Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, menegaskan kembali pentingnya peran DJBC dalam menjaga agar pasar domestik tidak dikuasai barang selundupan yang bisa mengancam industri dalam negeri. Dalam acara pelantikan pejabat eselon II di Jakarta, ia menyatakan bahwa permintaan pasar domestik takkan berkembang bila terus dibanjiri produk ilegal.
Barang selundupan seringkali membawa dampak negatif dengan menciptakan persaingan tidak adil bagi produk lokal karena berasal dari perusahaan asing ilegal. “Kalau domestic demand dikuasai barang selundupan, perusahaan dalam negeri tidak punya ruang untuk bersaing secara fair,”
tegas Purbaya. Untuk itu, Bea Cukai harus berdiri di garis depan menjaga agar pasar domestik tetap sehat dan kompetitif.
Ia juga menyampaikan bahwa meski pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil di sekitar 5 persen, kondisi ini belum mampu menyerap tenaga kerja produktif sepenuhnya. Oleh karena itu, diperlukan dorongan agar ekonomi dapat tumbuh lebih cepat. Purbaya juga menyoroti bahwa penerimaan negara pada 2025 belum sesuai target, yang membuat ruang fiskal semakin sempit dan harus dikelola secara bijak. “Kalau kita tidak bisa jaga pasar, cukai turun, pajak turun, saya rugi, kita semua dirugikan,”
kata Purbaya. Dalam pidatonya, Purbaya menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap pejabat DJBC dan menekankan tidak ada kompromi terhadap pelanggaran. “Ke depan kita tidak boleh main-main lagi. Karena (pejabat) di posisi yang baru akan dimonitor dengan ketat, dan kalau ada hal yang mengecewakan. Saya akan atur ulang lagi,”
ujarnya.
—














